1. Jelaskan dengan singkat, ada berapa sifat produksi ? Minimal 4 !
Jawab :
Sifat-sifat produksi yaitu
- Selalu barorientasi pada kualitas dan efisiensi.
Kualitas dan efisiensi produk perlu menjadi dasar bagi proses produksi. Dalam era globalisasi persaingan antar produk yang sejenis berjalan sangat ketat, oleh karena itu di dalam proses produksi harus menjaga kualitas produk yang baik sehingga banyak digemari konsumen. Disamping itu, efisiensi perlu ditingkatkan agar dapat menekan biaya produksi menjadi serendah mungkin. Dengan biaya produksi yang rendah, berarti ia dapat menghasilkan barang dengan harga yang murah. BArang yan g harganya murah cendrung akan banyak pembelinya.
- Berani mengambil resiko
Dalam proses produksi, haruslah berani menanggung kerugian jika ternyata hasil usahanya belum memberi keuntungan untuk sementara waktu.
- Mampu menentukan tujuan
Dengan tujuan yang jelas seorang produsen dapat dengan mudah menilai apakah bidang usaha yang digelutinya sesuai dengan tujuan yang dicanangkan.
- Mampu membuat perencanaan dan pengawasan yang efektif
Tanpa ada perencanaan produsen tidak mampu melakukan penetapan prioritas kegiatan dalam memanfaatkan berbagai sumber dan faktor produksi yang dimiliki dalam jumlah yang terbatas. selain itu produsen perlu menciptakan sistem pengawasan yang baik agar perencanaan yang telah dibuat dapat dilakukan tanpa ada penyimpangan
2. Jelaskan dengan singkat pengertian produksi secara umum & ekonomis !
Jawab :
- Secara umum produksi diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan menjadi keluaran dalam pengrtian secara umumlah istilah produksi dikenal dengan istilah industri seperti industri manufaktur, industri pengolahan hasil pertanian atau agro industri, dan lain-lain.
- Secara ekonomis produksi adalah kegiatan yang berhubungan dengan usaha penciptaan dan penambahan atau utilitas suatu barang atau jasa.
3. Dalam bidang produksi mempunyai lima tanggung jawab keputusan utama. Sebutkan dan jelaskan !
Jawab :
- Proses : keputusan –keputusan dalam ketegori ini menentukan fisik atau fasilitas yang dipakai untuk memproduksi barang atau jasa. Mencangkup jenis peralatan atau proses, tata letak peralatan, dan keselurhan fisik pabrik atau fasilitas jasa pelayanan.
- Kapasitas : untuk menentukan besarnya kapasitas yang tepat dan penyediaan pada waktu yang tepat. Kapasitas jangka panjang ditentukan oleh besarnya fisik yang dibangun.
- Persediaan : membuat keputusan-keputusan yang menyangkut apa yang dipesan, berapa banyak pemesanan serta kapan pemesanan dilakukan.
- Tenaga kerja : proses produksi menganggap kegiatan untuk menghasilkan produk, baik barang atau jasa. Tenaga kerja mencangkup seleksi pengajian, pelatihan, penempatan, penyeliaan atau supervise.
- Mutu/kualitas : mutu merupakan tanggung jawab yang paling penting yang harus di dukung oleh organisasi secara keseluruhan.
http://2007.Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas X.Jakarta:Erlangga
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/93018-7-461763197235.doc
http://agusnuramin.wordpress.com/2010/11/13/pengantar-bisnis-part-6-produksi/
Sabtu, 13 November 2010
Sabtu, 06 November 2010
Dengan Puisi
Dengan Puisi
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenag
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenalkanlah kiranya
(Taufik ismail)
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenag
Keabadian yang akan datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenalkanlah kiranya
(Taufik ismail)
Pemanfaatan Limbah
Pemanfaatan Limbah Zat Pati
Bagi sebagian orang Indonesia, tepung tapioka atau zat pati yang berasal dari ubi kayu alias singkong begitu digemari. Karena itu, tepung tapioka merupakan komoditas yang menarik untuk dikembangkan. Lampung merupakan salah satu daerah yang menjadikan pengolahan tepung tapiokaatau zat pati sebagai industri kecil.
Sayangnya, hasil dan mutu yang mereka dapatkan masih rendah. Belum lagi, limbah zat pati onggok dan elot yang dihasilkan industri rakyat itu sebetulnya masih bisa dimanfaatkan.
Melihat kenyataan inilah Unit Pelaksana Teknis Ethanol Protein Sel Tunggal dan Gula Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (UPTEPGBPPT) mencoba mengembangkan industri rakyat tersebut dengan menerapkan teknologi nirlimbah. Teknologi ini direncanakn sebagai teknologi bersih lingkungan yang bisa meningkatkan mutu dan hasil zat pati untuk industri kecil. BPPT menjelaskan teknologi yang memanfaatkan limbah onggok dan elot itu memiliki kandungan pati dan protein cukup tinggi. Teknologi ini berupa alat sederhana yang dilengkapi lubang-lubang penyaringan. Dengan menggunakan komposisi air yang lebih banyak dan penampungn bak yang lebih besar, terjadilah pengepresan untuk memisahkan zat pati. Limbah yang dikeluarkan pun memperbanyak hasil onggok dan elot yang mengandung serat karbohidrat, yang bisa di manfaatkan sebagai bahan makanan, pakan ternak, bahan obat nyamuk, bahan campuran cat, dan sebagainya. Dengan teknologi ini,, industri kecil ubi kayu diharapa bisa membantu meningkatkan produksi zat pati dan memanfaatkan limbhnya. Sebagai contoh, jika dalam satu hari sebuah industri memproduksi satu sampai dua ton ubi kayu, seperempat limbahnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain.
Bisnisjakarta
Bagi sebagian orang Indonesia, tepung tapioka atau zat pati yang berasal dari ubi kayu alias singkong begitu digemari. Karena itu, tepung tapioka merupakan komoditas yang menarik untuk dikembangkan. Lampung merupakan salah satu daerah yang menjadikan pengolahan tepung tapiokaatau zat pati sebagai industri kecil.
Sayangnya, hasil dan mutu yang mereka dapatkan masih rendah. Belum lagi, limbah zat pati onggok dan elot yang dihasilkan industri rakyat itu sebetulnya masih bisa dimanfaatkan.
Melihat kenyataan inilah Unit Pelaksana Teknis Ethanol Protein Sel Tunggal dan Gula Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (UPTEPGBPPT) mencoba mengembangkan industri rakyat tersebut dengan menerapkan teknologi nirlimbah. Teknologi ini direncanakn sebagai teknologi bersih lingkungan yang bisa meningkatkan mutu dan hasil zat pati untuk industri kecil. BPPT menjelaskan teknologi yang memanfaatkan limbah onggok dan elot itu memiliki kandungan pati dan protein cukup tinggi. Teknologi ini berupa alat sederhana yang dilengkapi lubang-lubang penyaringan. Dengan menggunakan komposisi air yang lebih banyak dan penampungn bak yang lebih besar, terjadilah pengepresan untuk memisahkan zat pati. Limbah yang dikeluarkan pun memperbanyak hasil onggok dan elot yang mengandung serat karbohidrat, yang bisa di manfaatkan sebagai bahan makanan, pakan ternak, bahan obat nyamuk, bahan campuran cat, dan sebagainya. Dengan teknologi ini,, industri kecil ubi kayu diharapa bisa membantu meningkatkan produksi zat pati dan memanfaatkan limbhnya. Sebagai contoh, jika dalam satu hari sebuah industri memproduksi satu sampai dua ton ubi kayu, seperempat limbahnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan lain.
Bisnisjakarta
Tugas 5
1. Sebutkan perbedaan dari manajemen dan organisasi ?
Manajemen merupakan suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan perencanaan, perorganisasian, penngarahan, pengkordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang lain.
Oranganisasi: bentuk setiap perserikatan orang untuk mencapai tujuan bersama. Yang terdiri dari 3 faktor yaitu adanya sekelompok orang, adanya hubungan dan pembagian kerja diantara orang-orang itu, dan adanya tujuan yang ingin dicapai.
2. Mengapa manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas kita ?
Jelaskan !
Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas karena manajemen pada hakekatnya meliputi:
1. Mengetahui adanya persoalan
2. Mengindentifikasi persoalan
3. Mengumpulkan fakta, data, dan informasi
4. Menyusun alternatif penyelesaian
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif persoalan
6. Melaksanakan keputusan sercara tindak lanjut.
3. Apa yang dimaksud dengan manajer yang efisien dan manager yang efektif ?
Manajer yang efisien :
Manajer yang bekerja dengan melakukan tugas dengan benar dengan menggunakan jangka waktu yang tepat dan meghasilkan hasil yang optimum.
Manjer yang efektif :
Manajer yang mengerjakan tugas yang benar yang mungkin melakukannnya dengan jangka waktu yang sedikit lama.
4. Apa yang dimaksud dengan prinsip koordinasi itu dan Mengapa prinsip koordinasi tersebut diperlukan ?
Prinsip koordinsai adalah :
Prinsip-prinsip yang diperlukan sebagai suatu pegangan antar individu maupun antar organisasi yang dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu : prinsip langsung, prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi, dan hubungan timbal balik diantara faktor-faktor yang ada.
Prinsip koordinasi dilakukan karena dengan menerapkan prinsip koordinasi dapat terjadinya pertukaran gagasan, pendapat, harapan dan sebagainya yang dapat memungkinkan bagi mereka mereka untuk mengadakan hubungan yang baik, sehingga prinsip koordinasi digunakan / diperlukan untuk saling memahami dam membuka kesempatan untuk saling bertukar pikiran / bertukar informasi
5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam dirimu !
a. Teman Dekat
b. Keinginan yang kuat meraih cita-cita
c. Keyakinan untuk meraih keberhasilan
Buku Pengantar Bisnis Dra. Murti Sumarni - John Soeprihanto edisi ke 5
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/08/pengertian-efektifitas-dan-efisientitas
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/koordinasi
Manajemen merupakan suatu proses yang khas, yang terdiri atas kegiatan-kegiatan perencanaan, perorganisasian, penngarahan, pengkordinasian, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran melalui pemanfaatan sumber daya yang lain.
Oranganisasi: bentuk setiap perserikatan orang untuk mencapai tujuan bersama. Yang terdiri dari 3 faktor yaitu adanya sekelompok orang, adanya hubungan dan pembagian kerja diantara orang-orang itu, dan adanya tujuan yang ingin dicapai.
2. Mengapa manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas kita ?
Jelaskan !
Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap aktivitas karena manajemen pada hakekatnya meliputi:
1. Mengetahui adanya persoalan
2. Mengindentifikasi persoalan
3. Mengumpulkan fakta, data, dan informasi
4. Menyusun alternatif penyelesaian
5. Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif persoalan
6. Melaksanakan keputusan sercara tindak lanjut.
3. Apa yang dimaksud dengan manajer yang efisien dan manager yang efektif ?
Manajer yang efisien :
Manajer yang bekerja dengan melakukan tugas dengan benar dengan menggunakan jangka waktu yang tepat dan meghasilkan hasil yang optimum.
Manjer yang efektif :
Manajer yang mengerjakan tugas yang benar yang mungkin melakukannnya dengan jangka waktu yang sedikit lama.
4. Apa yang dimaksud dengan prinsip koordinasi itu dan Mengapa prinsip koordinasi tersebut diperlukan ?
Prinsip koordinsai adalah :
Prinsip-prinsip yang diperlukan sebagai suatu pegangan antar individu maupun antar organisasi yang dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu : prinsip langsung, prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi, dan hubungan timbal balik diantara faktor-faktor yang ada.
Prinsip koordinasi dilakukan karena dengan menerapkan prinsip koordinasi dapat terjadinya pertukaran gagasan, pendapat, harapan dan sebagainya yang dapat memungkinkan bagi mereka mereka untuk mengadakan hubungan yang baik, sehingga prinsip koordinasi digunakan / diperlukan untuk saling memahami dam membuka kesempatan untuk saling bertukar pikiran / bertukar informasi
5. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi dalam dirimu !
a. Teman Dekat
b. Keinginan yang kuat meraih cita-cita
c. Keyakinan untuk meraih keberhasilan
Buku Pengantar Bisnis Dra. Murti Sumarni - John Soeprihanto edisi ke 5
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/08/pengertian-efektifitas-dan-efisientitas
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/12/koordinasi
Selasa, 02 November 2010
Nyanyian Ibu
Anakku,
Kalau hasrat dan damba menggetari darah dan tubuhmu
Melasak dan menggelisah dalam tangisan
Turunlah
Pergilah
Lepas menghambur ke dunia citamu
Tidak hanya mata mengiringi
Darah hatiku akan menetes sebanjir peluh pada tubuh
Dalam keringan bermain kejaran
Dan
Kalau aku dapat luka
Kalau aku dapat duka
Kembalilah
Datanglah
Menangislah sepuas-puasnya
Tumpahkn atas pengakuanku
Kalau tangismu reda sudah
Kembalilah lagi ke dunia citamu
Untuk nanti datang lagi padaku dengan tangismu
Kau tumpahkan atas pengakuanku
Anakku
Kandungan tawamu kulepas ke dunia citamu
Kau dengan tangismu kusambut dalam pangkuan
Kau tumbuh dewasa kusuburi dengan darah
(S.M Ardan)
Anakku,
Kalau hasrat dan damba menggetari darah dan tubuhmu
Melasak dan menggelisah dalam tangisan
Turunlah
Pergilah
Lepas menghambur ke dunia citamu
Tidak hanya mata mengiringi
Darah hatiku akan menetes sebanjir peluh pada tubuh
Dalam keringan bermain kejaran
Dan
Kalau aku dapat luka
Kalau aku dapat duka
Kembalilah
Datanglah
Menangislah sepuas-puasnya
Tumpahkn atas pengakuanku
Kalau tangismu reda sudah
Kembalilah lagi ke dunia citamu
Untuk nanti datang lagi padaku dengan tangismu
Kau tumpahkan atas pengakuanku
Anakku
Kandungan tawamu kulepas ke dunia citamu
Kau dengan tangismu kusambut dalam pangkuan
Kau tumbuh dewasa kusuburi dengan darah
(S.M Ardan)
cerpen
Kambing Hitam
Wajahnya tampan. Nada suaranya rendah. Warna kulitnya putih. Tinggi tubuhnya ideal, satu meter tujuh puluh lima senti. Rambutnya yang hitam ikal senantiasa tersisir rapi. Setiap berjalan, lelaki kekar itu tampak melangkah dengan pasti. Kapan saja ia berbicara apa saja yang terlontar dari mulutnya itu senantiasa meyakinkan. Dia adalah Ferrari yang menjadi incaran banyak wanita.
“Yang membuatku lumpuh adalah tatapan matanya yang bagaikan magnet itu,” ujar Emma, gadis berusia 22 tahun yang bertugas sebagai sekertaris di kantorku.
“Wanita yang tidak tertarik kepadanya pastilah kadar kewanitaanya di bawah standar,” kata Rukmini, ibu muda berputra dua yang lima tahun menjadi kepala bagian perencanaan.
“rasanya saya tiga puluh tahun lebih muda kalau berada didekatnya dan mendengarnya berbicara dengan suara yang lembut itu,” tutur ibu Sukamsi , pensiunan yang bekerja sambilan sebagai tenaga pengajar di bagian pendidikan dan latihan.
“Ah, kalaulah orang seperti itu yang pertama kali memelukku dan membawaku ke ranjang pastilah Mas Handoko tidak akan menjadi suamiku,” Ucap Nasrina, si genit yang shalatnya tetap panuh lima kali sehari.
“Sialan, istriku diam-diam ternyata tertarik kepada dokter muda itu,” gerutu Ruben, kepala bagian yang senang mendengar musik klasik.
Komentar tentang Ferrari bisa menjadi sebuah buku tebal, setebal buku penunjuk telepon, kalau saja ada yang mau manghimpunnya.
Aku kira lelaki lulusan Massaachusetts Institute Of Technology (MIT) itu juga sadar betul, ia dipuja banyak orang, khususnya wanita. Namun..., nah, inilah yang mengagumkanku, ia kelihatan tetap tenang. Senantiasa rendah hati dan siap menolong siapa saja, terasuk Upik yang malas mandi dan tubuhnya selalu menyebabkan aroma yang membuat bulu hidung tegak itu.
Karena sikapnya yang senang melayani siapa saja itu, wanita-wanita di kantorku memasang taktik sendiri agar selalu dapat berdekatan dengan sarjana komunikasi massa itu. Celakanya yang menang tampaknya Upik. Bukan wanita setengah baya dan berambut kribo ini yang mendatangi Ferrari, tetapi Ph.D muda itulah yang sering menghampirinya untuk bertanya sesuatu.
Akibatnya bisa dibayangkan. Emma membentuk kelompok barisan sakit hati. Dalam daftar yang tercatat di buku harianku tersebutlah nama-nama Emma, Rukmini, Nasrina, Tinneke, Betty, Rostina, Zainabun, Arfah, Suti, Kusumawardani, Ayu, dan Tina. Dalam catatanku tersebut pula sejumlah nama yang tampaknya akan bergabung dengan barisan sakit hati. Tentu saja semua wanita.
Si wajah tampan tampaknya tidak sadar apa yang telah terjadi. Ia tetap saja sering bercanda dan makan siang dengan Upik. Upik sendiri tetap tidak berubah. Pakaiannya tetap sembrono dan ia masih terus malas mandi. Sementara itu, gadis-gadis, ibu-ibu muda, ibu-ibu setengah baya, dan seorang janda kelihatan mamperkuat barisan. Barisan sakit hati itu ternyata telah menjadi kekuatan yang tidak dapat disepelekan.
Upik tiba-tiba merasa dirinya dikepung oleh gerombolan musuh yang tampaknya akan melumat dirinya menjadi debu. Celakanya, ia tidak merasa bersalah, ia tidak merasa memusuhi mereka. Ia tidak melakukan kecurangan. Ada apa ? Apa yang tidak sehat di kantor ini ? pikirnya.
Dalam kebingungan seperti itu, ia tidak melakukan intropeksi. Mungkin karena anjuran mereka agar aku mandi dua kali sehari, tidak kuturuti. Barang kali pakaiaku yang sering acak-acakandan berbau lembab karena tidak kering membuat mereka manjauhiku. Mungkin karena mulutku yang selalu berdecap kala makan, membuat mereka menganggap tidak layak untuk berteman denganku. Bisa saja karena rambut kriboku jarang bersentuhan dengan sampo. Atau sebagai gadis kadaluarsa, aku dianggap terlalu tua untuk dijadikan teman.
Hasil intropeksi itu membuahkan hasil secara drastis. Upik tiba-tiba berubah. Tubuhnya kini mengantarkan aroma segar ke mana-mana ke berbagai penjuru kantor karena parfum yang digunakan cukup mahal. Sabun yang menjilat tubuhnya dua kali sehari juga bukan sabun sembarangan. Sampo pun dua hari sekali singgah di rambutnya yang menjadi lurus setelah di permak di salon.
Pakaiannya tersetrika rapi. Bebrapa di antaranya tampaknya baru dan dibuat tampaknya baru dan dibuat berdasarkan pola yang diambil dari majalah wanita. Pokoknya, telah lahir Upik yang baru.
“Tua bangka tidak tahu diri,” komentar Zainabun yang biasanya pendiam.
“Dengan rumput muda itu, dia kira kerut-kerut diwajahnya bisa berkurang” ujar Ayu sengit.
“mbok, cari kek yang masih ketat, jangan yang sudah longgar begitu,” kata Tina kepada Ferrari dengan tenang menyembunyikan cemburunya.
“Walaupun dia ngakunya masih gadis dan gua ini resminya janda, gua pasti bisa menaklukan si bekas kribo itu,” Rostina nyeletuk mengomentari perubahan Upik.
Karena tujuan cerita ini memang bukan mengumpulkan komentar untuk membuktikan betapa hebat reaksi di kantor kami atas perubahan Upik, cukuplah empat orang itu saja yang di kutip. Yang jelas, kantor kami geger karena dua makhluk berlainan jenis dianggap terlibat ‘affair’ yang tidak wajar.
Bagaimana Ferrari ? Pemuda yang akan memasuki usia 27 tahun itu tampaknya berhidung tumpul dan tidak mencium apa yang terjadi. Ia tetap manis dan terlalu sopan, penuh tata krama. Ahli komunikasi massa ini tidak pernah terpancing untuk terlibat dalam omongan yang menyrempet-nyrempet bahaya, khususnya tentang hubungan intim laki-laki dan wanita. Upik pun senantiasa berada didekatnya.
Sebagai pengamat, aku tentu tidak dapat meramalkan situasi bagaimana yang akan timbul di kantor kami. Ternyata aku tidak cukup puas analistis dalam mengamati situasi. Erika mahasiswa ABA (Akademi Bahasa Asing) yang putus kuliah, menanam keyakinan seperti itu dalam diriku. Barangkali dialah satu –satunya wanita di kantor kami yang tidak terbuai atau mabuk tidak tentu sebab karena kehadiran Ferrari.
Gadis manis berkulit hitam ini tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan berdisplin. Ia sama sekali tidak berniat bergabung dengan barisan sakit hati atau calon-calon anggota barisan itu.
Sebagai manusia, khususnya sebagai wanita, nalurinya tajam. Ia tahu, Ferrari bukan saja memesona
Banyak orang di kantor kami, tetapi juga diluar. Bahkan, orang-orang yang tidak tidak mengenalnya secara fisik.
Ferrari senang menulis dan tulisan-tulisan tersebar di berbagai media. Setiap kali melontarkan sesuatu masalah, ia senantiasa memaparkannya dengan jernih, jelas, dan sistematis. Bahkan, ia sering menawarkan jalan keluar. Erika yang senang membaca banyak sekali mengetahui buah pikiran Ferrari. Ia kagum pada pemuda itu. Cuma itu barangkali Erika termasuk wanita yang kadar kewanitaannya kurang, kalau meminjam istilah Rukmini.
Memang aneh, Ferrari dan Erika yang diterima di kantor kami pada waktu yang bersamaan, tampak tidak begitu akrab. Keduanya seakan saling tidak memerdulikan. Wanita-wanita di kantor kami juga tidak begitu acuh dengan Erika yang dianggap masih anak kemarin. Semua ini suatu siang aku mengajaknya makan.
“Ada satu hal yang saya tahu, tetapi Anda tidak tahu,” ujar Erika kepadakku suatu pagi.
“Tentang Ferrari ?”
“Ya, dan saya tidak akan mengatakannya kepada Anda. Biar Anda sendiri yang menentukannya.”
Suasana permusuhan antara Upik dan semua teman wanita dikantor kami kecuali dengan Erika tidak mengendur setelah Upik tampil dengan wajah baru. Wajar kalau kemudian ia bingung dan hampir frustasi. Ketika keadaan tidak bersahabat itu semakin tajam, Upik tidak tahan lagi. Ia menangis dan mengadu kepada kepala bagian.
Ruben mengangguk dan berupaya menenangkan Upik.
“Biasa, lelaki tampan seperti itu memang selalu jadi rebutan. Mereka, Cuma iri karena Upiklah yang paling dekat dengan lelaki itu,”
Upik terperanjat, luar biasa. Ketika kedua orang tuanya meninggal serentak dalam suatu kecelakaan, ia terkejut, tetapi, tidak sehebat ketika mendengar kata-kata Ruben itu. “Masya Allah, kiranya itu yang menjadi sebab. Betapa dungunya saya selama ini,” kata Upik sambil meninggalkan Ruben
Keesokan harinya, Upik tampak demostratif sekali. Ia menggandeng tangan Ferrari masuk kantor. Si depan semua orang, ia membetulkan letak kerah kemeja Ferrari yang terlipat. Berbagai tingkah Upik yang mencolok itu membuat teman-teman wanita di kantor mancibir, mendehem bahkan ada yang memaki.
Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika Arfah melemparkan gelas berisi kopi ke muka Upik. Arfah merasa dipermalukan di depan Ferrari ketika Upik mengembalikan bekas pekerjaannya yang dianggapnya belum sempurna ke meja Arfah di depan Ferrari. Arfah memaki Upik dengan kata-kata kasar dan jorok.
Di luar dugaan semua orang menyaksikan peristiwa itu, Upik menanggapi peristiwa itu, Upik menanggapi makian itu dengan senyumnya yang paling manis. Ketika Arfah tidak lagi melemparkan makian, Upik menghampiri sarjana komunikasi berwajah tampan itu dan memegang lengannya.
“Fer, barangkali sekaranglah saatnya rahasia itu kau buka. Biar semua orang tahu. Biar semua orang menyadari bahwa aku bukan perempuan gatal seperti yang dituduh.”
Ferrari lalu tampil sebagai juru selamat dan semua orang melongo, menggeleng, dan berdecap tidak percaya. Mereka meminta Ferrari mengulangi yang telah diucapkan itu. Ferrari diam. Ketika itulah, Erika berdiri dan tampil ke depan.
“Mereka bersaudara. Saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu Upiklah yang mmbiayai kuliah Ferrari selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang seorang itu. Ia bekerja keras menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayanginya itu, selama itu pula ibu Upik menjauhi setiap lelaki dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Ferrari tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakanya. Ia lebih melihat kakaknya itu sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”
Semua menatap Ferrari dan Upik. Mereka berdua mengangguk.
“Erika mengetahui semua ii karena abangnyalah yang berkali-kali mengajakku menikah dan senantiasa kutolak. Kalau saja ia sabar menunggu hingga Ferrari selesai, ia tidak perlu menikah dua tahun lalu dengan istrinya yang sekarang.” Ujar Upik.
Beberapa hari setelah itu suasana kantor tampak normal kembali seperti dulu sebelum pecah perang dingin. Upik telah diterima kembali di tengah rekan-rekan wanita di kantor kami. Akan tetapi, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Perang dingin kini muncul di antara orang-orang yang dulu memusuhi Upik.
Barisan sakit hati ini tadinya besar dan kuat, kini terpecah menjadi sempalan-sempalan kecil dan saling memusuhi. Penyebabnya tetap saja yang dulu. Ferrari
Wajahnya tampan. Nada suaranya rendah. Warna kulitnya putih. Tinggi tubuhnya ideal, satu meter tujuh puluh lima senti. Rambutnya yang hitam ikal senantiasa tersisir rapi. Setiap berjalan, lelaki kekar itu tampak melangkah dengan pasti. Kapan saja ia berbicara apa saja yang terlontar dari mulutnya itu senantiasa meyakinkan. Dia adalah Ferrari yang menjadi incaran banyak wanita.
“Yang membuatku lumpuh adalah tatapan matanya yang bagaikan magnet itu,” ujar Emma, gadis berusia 22 tahun yang bertugas sebagai sekertaris di kantorku.
“Wanita yang tidak tertarik kepadanya pastilah kadar kewanitaanya di bawah standar,” kata Rukmini, ibu muda berputra dua yang lima tahun menjadi kepala bagian perencanaan.
“rasanya saya tiga puluh tahun lebih muda kalau berada didekatnya dan mendengarnya berbicara dengan suara yang lembut itu,” tutur ibu Sukamsi , pensiunan yang bekerja sambilan sebagai tenaga pengajar di bagian pendidikan dan latihan.
“Ah, kalaulah orang seperti itu yang pertama kali memelukku dan membawaku ke ranjang pastilah Mas Handoko tidak akan menjadi suamiku,” Ucap Nasrina, si genit yang shalatnya tetap panuh lima kali sehari.
“Sialan, istriku diam-diam ternyata tertarik kepada dokter muda itu,” gerutu Ruben, kepala bagian yang senang mendengar musik klasik.
Komentar tentang Ferrari bisa menjadi sebuah buku tebal, setebal buku penunjuk telepon, kalau saja ada yang mau manghimpunnya.
Aku kira lelaki lulusan Massaachusetts Institute Of Technology (MIT) itu juga sadar betul, ia dipuja banyak orang, khususnya wanita. Namun..., nah, inilah yang mengagumkanku, ia kelihatan tetap tenang. Senantiasa rendah hati dan siap menolong siapa saja, terasuk Upik yang malas mandi dan tubuhnya selalu menyebabkan aroma yang membuat bulu hidung tegak itu.
Karena sikapnya yang senang melayani siapa saja itu, wanita-wanita di kantorku memasang taktik sendiri agar selalu dapat berdekatan dengan sarjana komunikasi massa itu. Celakanya yang menang tampaknya Upik. Bukan wanita setengah baya dan berambut kribo ini yang mendatangi Ferrari, tetapi Ph.D muda itulah yang sering menghampirinya untuk bertanya sesuatu.
Akibatnya bisa dibayangkan. Emma membentuk kelompok barisan sakit hati. Dalam daftar yang tercatat di buku harianku tersebutlah nama-nama Emma, Rukmini, Nasrina, Tinneke, Betty, Rostina, Zainabun, Arfah, Suti, Kusumawardani, Ayu, dan Tina. Dalam catatanku tersebut pula sejumlah nama yang tampaknya akan bergabung dengan barisan sakit hati. Tentu saja semua wanita.
Si wajah tampan tampaknya tidak sadar apa yang telah terjadi. Ia tetap saja sering bercanda dan makan siang dengan Upik. Upik sendiri tetap tidak berubah. Pakaiannya tetap sembrono dan ia masih terus malas mandi. Sementara itu, gadis-gadis, ibu-ibu muda, ibu-ibu setengah baya, dan seorang janda kelihatan mamperkuat barisan. Barisan sakit hati itu ternyata telah menjadi kekuatan yang tidak dapat disepelekan.
Upik tiba-tiba merasa dirinya dikepung oleh gerombolan musuh yang tampaknya akan melumat dirinya menjadi debu. Celakanya, ia tidak merasa bersalah, ia tidak merasa memusuhi mereka. Ia tidak melakukan kecurangan. Ada apa ? Apa yang tidak sehat di kantor ini ? pikirnya.
Dalam kebingungan seperti itu, ia tidak melakukan intropeksi. Mungkin karena anjuran mereka agar aku mandi dua kali sehari, tidak kuturuti. Barang kali pakaiaku yang sering acak-acakandan berbau lembab karena tidak kering membuat mereka manjauhiku. Mungkin karena mulutku yang selalu berdecap kala makan, membuat mereka menganggap tidak layak untuk berteman denganku. Bisa saja karena rambut kriboku jarang bersentuhan dengan sampo. Atau sebagai gadis kadaluarsa, aku dianggap terlalu tua untuk dijadikan teman.
Hasil intropeksi itu membuahkan hasil secara drastis. Upik tiba-tiba berubah. Tubuhnya kini mengantarkan aroma segar ke mana-mana ke berbagai penjuru kantor karena parfum yang digunakan cukup mahal. Sabun yang menjilat tubuhnya dua kali sehari juga bukan sabun sembarangan. Sampo pun dua hari sekali singgah di rambutnya yang menjadi lurus setelah di permak di salon.
Pakaiannya tersetrika rapi. Bebrapa di antaranya tampaknya baru dan dibuat tampaknya baru dan dibuat berdasarkan pola yang diambil dari majalah wanita. Pokoknya, telah lahir Upik yang baru.
“Tua bangka tidak tahu diri,” komentar Zainabun yang biasanya pendiam.
“Dengan rumput muda itu, dia kira kerut-kerut diwajahnya bisa berkurang” ujar Ayu sengit.
“mbok, cari kek yang masih ketat, jangan yang sudah longgar begitu,” kata Tina kepada Ferrari dengan tenang menyembunyikan cemburunya.
“Walaupun dia ngakunya masih gadis dan gua ini resminya janda, gua pasti bisa menaklukan si bekas kribo itu,” Rostina nyeletuk mengomentari perubahan Upik.
Karena tujuan cerita ini memang bukan mengumpulkan komentar untuk membuktikan betapa hebat reaksi di kantor kami atas perubahan Upik, cukuplah empat orang itu saja yang di kutip. Yang jelas, kantor kami geger karena dua makhluk berlainan jenis dianggap terlibat ‘affair’ yang tidak wajar.
Bagaimana Ferrari ? Pemuda yang akan memasuki usia 27 tahun itu tampaknya berhidung tumpul dan tidak mencium apa yang terjadi. Ia tetap manis dan terlalu sopan, penuh tata krama. Ahli komunikasi massa ini tidak pernah terpancing untuk terlibat dalam omongan yang menyrempet-nyrempet bahaya, khususnya tentang hubungan intim laki-laki dan wanita. Upik pun senantiasa berada didekatnya.
Sebagai pengamat, aku tentu tidak dapat meramalkan situasi bagaimana yang akan timbul di kantor kami. Ternyata aku tidak cukup puas analistis dalam mengamati situasi. Erika mahasiswa ABA (Akademi Bahasa Asing) yang putus kuliah, menanam keyakinan seperti itu dalam diriku. Barangkali dialah satu –satunya wanita di kantor kami yang tidak terbuai atau mabuk tidak tentu sebab karena kehadiran Ferrari.
Gadis manis berkulit hitam ini tetap bekerja dengan penuh dedikasi dan berdisplin. Ia sama sekali tidak berniat bergabung dengan barisan sakit hati atau calon-calon anggota barisan itu.
Sebagai manusia, khususnya sebagai wanita, nalurinya tajam. Ia tahu, Ferrari bukan saja memesona
Banyak orang di kantor kami, tetapi juga diluar. Bahkan, orang-orang yang tidak tidak mengenalnya secara fisik.
Ferrari senang menulis dan tulisan-tulisan tersebar di berbagai media. Setiap kali melontarkan sesuatu masalah, ia senantiasa memaparkannya dengan jernih, jelas, dan sistematis. Bahkan, ia sering menawarkan jalan keluar. Erika yang senang membaca banyak sekali mengetahui buah pikiran Ferrari. Ia kagum pada pemuda itu. Cuma itu barangkali Erika termasuk wanita yang kadar kewanitaannya kurang, kalau meminjam istilah Rukmini.
Memang aneh, Ferrari dan Erika yang diterima di kantor kami pada waktu yang bersamaan, tampak tidak begitu akrab. Keduanya seakan saling tidak memerdulikan. Wanita-wanita di kantor kami juga tidak begitu acuh dengan Erika yang dianggap masih anak kemarin. Semua ini suatu siang aku mengajaknya makan.
“Ada satu hal yang saya tahu, tetapi Anda tidak tahu,” ujar Erika kepadakku suatu pagi.
“Tentang Ferrari ?”
“Ya, dan saya tidak akan mengatakannya kepada Anda. Biar Anda sendiri yang menentukannya.”
Suasana permusuhan antara Upik dan semua teman wanita dikantor kami kecuali dengan Erika tidak mengendur setelah Upik tampil dengan wajah baru. Wajar kalau kemudian ia bingung dan hampir frustasi. Ketika keadaan tidak bersahabat itu semakin tajam, Upik tidak tahan lagi. Ia menangis dan mengadu kepada kepala bagian.
Ruben mengangguk dan berupaya menenangkan Upik.
“Biasa, lelaki tampan seperti itu memang selalu jadi rebutan. Mereka, Cuma iri karena Upiklah yang paling dekat dengan lelaki itu,”
Upik terperanjat, luar biasa. Ketika kedua orang tuanya meninggal serentak dalam suatu kecelakaan, ia terkejut, tetapi, tidak sehebat ketika mendengar kata-kata Ruben itu. “Masya Allah, kiranya itu yang menjadi sebab. Betapa dungunya saya selama ini,” kata Upik sambil meninggalkan Ruben
Keesokan harinya, Upik tampak demostratif sekali. Ia menggandeng tangan Ferrari masuk kantor. Si depan semua orang, ia membetulkan letak kerah kemeja Ferrari yang terlipat. Berbagai tingkah Upik yang mencolok itu membuat teman-teman wanita di kantor mancibir, mendehem bahkan ada yang memaki.
Ketegangan itu mencapai puncaknya ketika Arfah melemparkan gelas berisi kopi ke muka Upik. Arfah merasa dipermalukan di depan Ferrari ketika Upik mengembalikan bekas pekerjaannya yang dianggapnya belum sempurna ke meja Arfah di depan Ferrari. Arfah memaki Upik dengan kata-kata kasar dan jorok.
Di luar dugaan semua orang menyaksikan peristiwa itu, Upik menanggapi peristiwa itu, Upik menanggapi makian itu dengan senyumnya yang paling manis. Ketika Arfah tidak lagi melemparkan makian, Upik menghampiri sarjana komunikasi berwajah tampan itu dan memegang lengannya.
“Fer, barangkali sekaranglah saatnya rahasia itu kau buka. Biar semua orang tahu. Biar semua orang menyadari bahwa aku bukan perempuan gatal seperti yang dituduh.”
Ferrari lalu tampil sebagai juru selamat dan semua orang melongo, menggeleng, dan berdecap tidak percaya. Mereka meminta Ferrari mengulangi yang telah diucapkan itu. Ferrari diam. Ketika itulah, Erika berdiri dan tampil ke depan.
“Mereka bersaudara. Saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu Upiklah yang mmbiayai kuliah Ferrari selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang seorang itu. Ia bekerja keras menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayanginya itu, selama itu pula ibu Upik menjauhi setiap lelaki dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Ferrari tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakanya. Ia lebih melihat kakaknya itu sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”
Semua menatap Ferrari dan Upik. Mereka berdua mengangguk.
“Erika mengetahui semua ii karena abangnyalah yang berkali-kali mengajakku menikah dan senantiasa kutolak. Kalau saja ia sabar menunggu hingga Ferrari selesai, ia tidak perlu menikah dua tahun lalu dengan istrinya yang sekarang.” Ujar Upik.
Beberapa hari setelah itu suasana kantor tampak normal kembali seperti dulu sebelum pecah perang dingin. Upik telah diterima kembali di tengah rekan-rekan wanita di kantor kami. Akan tetapi, ketenangan itu tidak berlangsung lama. Perang dingin kini muncul di antara orang-orang yang dulu memusuhi Upik.
Barisan sakit hati ini tadinya besar dan kuat, kini terpecah menjadi sempalan-sempalan kecil dan saling memusuhi. Penyebabnya tetap saja yang dulu. Ferrari
Minggu, 31 Oktober 2010
Kelemahan dan Kelebihan Srudentsite
Kelebihan Tugas (UG) portofolio
• Inovasi mengerjakan tugas dengan cara yang lebih kreatif
Memang tidak semua Universitas menyediakan layanan seperti Universitas Gunadarma yang dengan memberikan layanan dalam menu Studentsite (ruang lingkup) mahasiswa. Dan ini dapat dikatakan sebagai point kreatif
• Tampilannya menarik
• Tidak dapat dilihat dengan siapapun
Kekurangannya dari Tugas (UG) portofolio
• Lebih Rumit
• Masalah jaringan Studentsite
Menurut saya lebih rumit karena harus di terbitkan di blog dulu lalu baru dipost ke tugas, mungkin disaat studentsite sedang ada gangguan akan menunda tugas yang akan diupload. Selain itu , masalah ekonomi seseorang, karena tidak semua mahasiswa memiliki komputer sendiri dan jaringan internet pribadi di tempat tinggalnya masing-masing, sehingga akan cenderung melalui warnet, di saat telah mengerjakan di warnet dan telah mengpost ke blog setidaknya telah mengeluarkan anggaran, dan disaat itu pula studentsite’a error, otomatis diia tidak dapat menyelesaikan tugasnya secara maksimal.
• Masalah URL
Menurut saya URL yang hanya dapat bisa di copas ( Copy – Paste ) melalui blog sangatlah rumit, kenapa tidak ?
Selain mengulur waktu , memang tidak ada cara yang lebih cepat dan cara yang lebih mudah ?
Selain itu , mengapa mata kuliahnya diketik ? Mengapa tidak tersedia seperti menu di studentsite ?
• Masalah Pengiriman
Disaat kita mengirimkan tugas kita mungkin kita santai bagi yang mengerti caranya , namun semua itu belum tentu dapat dibaca oleh Dosen yang kita maksud ,, mungkinkarena adanya salah prosedur dari pengirim. Disaat mengirim memang santai saja namun keesokan harinya nilai tidak muncul karena tidak munculnya tugas yang telah dikirim tersebut, merugikan bukan ?
• Inovasi mengerjakan tugas dengan cara yang lebih kreatif
Memang tidak semua Universitas menyediakan layanan seperti Universitas Gunadarma yang dengan memberikan layanan dalam menu Studentsite (ruang lingkup) mahasiswa. Dan ini dapat dikatakan sebagai point kreatif
• Tampilannya menarik
• Tidak dapat dilihat dengan siapapun
Kekurangannya dari Tugas (UG) portofolio
• Lebih Rumit
• Masalah jaringan Studentsite
Menurut saya lebih rumit karena harus di terbitkan di blog dulu lalu baru dipost ke tugas, mungkin disaat studentsite sedang ada gangguan akan menunda tugas yang akan diupload. Selain itu , masalah ekonomi seseorang, karena tidak semua mahasiswa memiliki komputer sendiri dan jaringan internet pribadi di tempat tinggalnya masing-masing, sehingga akan cenderung melalui warnet, di saat telah mengerjakan di warnet dan telah mengpost ke blog setidaknya telah mengeluarkan anggaran, dan disaat itu pula studentsite’a error, otomatis diia tidak dapat menyelesaikan tugasnya secara maksimal.
• Masalah URL
Menurut saya URL yang hanya dapat bisa di copas ( Copy – Paste ) melalui blog sangatlah rumit, kenapa tidak ?
Selain mengulur waktu , memang tidak ada cara yang lebih cepat dan cara yang lebih mudah ?
Selain itu , mengapa mata kuliahnya diketik ? Mengapa tidak tersedia seperti menu di studentsite ?
• Masalah Pengiriman
Disaat kita mengirimkan tugas kita mungkin kita santai bagi yang mengerti caranya , namun semua itu belum tentu dapat dibaca oleh Dosen yang kita maksud ,, mungkinkarena adanya salah prosedur dari pengirim. Disaat mengirim memang santai saja namun keesokan harinya nilai tidak muncul karena tidak munculnya tugas yang telah dikirim tersebut, merugikan bukan ?
Langganan:
Postingan (Atom)